Perguruan Tinggi MITRA Lampung (UMITRA)

Perguruan Tinggi MITRA Lampung atau yang biasa disebut UMITRA adalah salah satu Perguruan Tinggi yang berada di Bandar Lampung, tepatnya beralamat di Jl. ZA. Pagar Alam No. 7 Gedongmeneng Bandar Lampung, Lampung. UMITRA berdiri sejak Tahun 1996 dan dipimpin oleh DR. (C). H. Andi Surya, MM. sebagai Ketua Yayasan. Hingga saat ini Perguruan Tinggi MITRA Lampung (UMITRA) telah memiliki 5 Program Studi, diantaranya STMIK-AMIK Mitra Lampung, STIKES Mitra Lampung, STIE-A2M Mitra Lampung, dan Pasca Sarjana Mitra Lampung.

STMIK-AMIK Mitra Lampung memiliki 7 Jurusan diantaranya S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Informatika, D3 Komputer Akutansi, D3 Teknik Komputer. STIKES Mitra Lampung memiliki 3 Jurusan yaitu S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, dan NERS (Profesi NERS). STIE-A2M Mitra Lampung memiliki 3 Jurusan yaitu S1/D3 Manajemen, S1/D3 Akuntansi, dan D3 Keuangan Perbankan. Sedangkan untuk Pasca Sarjana Mitra Lampung adalah Magister Kesehatan Masyarakat (M.Kes.).

Selain Pendidikan untuk mahasiswa regular yang mengambil kuliah di siang hari, UMITRA Lampung juga menyelenggarakan kuliah untuk karyawan yang dilaksanakan pada malam hari, kecuali Pasca Sarjana Jurusan Magister Kesehatan Masyarakat yang hanya dilaksanakan kuliah pada hari jum’at dan sabtu saja.

By: Triyugo Winarko, S.Kom.

Mengenal Mirza Ghulam Ahmad “Dedengkot Ahmadiyah”

Mirza Ghulam Ahmad, demikianlah nama pendiri jamaah Ahmadiyah yang terkenal akan kesesatannya itu. Namun sayang, tak banyak orang mengenali sosok Mirza Ghulam Ahmad dengan keanehan dan kesesatannya sehingga tak sedikit yang terjerumus mengikutinya dan meninggalkan Agama yang Haq ini (Islam).

Mirza Ghulam Ahmad yang lahir pada tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Namun anehnya, ia juga mengatakan “Kelurga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad). Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsa Persia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad. (lihat Tuhfah Kolart, hal. 29).

Aneh memang jika kita menelusuri asal usul Mirza Ghulam Ahmad. Dari asal-usul yang gak jelas inilah yang kemudian lahir juga pemahaman-pemahaman yang aneh dan menyesatkan.

Keadaan Keluarga Mirza Ghulam Ahmad
Mirza Ghulam Ahmad, pendiri jamaah ahmadiyah ini menceritakan keadaan keluarganya yang ditulisnya dalam kitab Tuhfah Qaishariyah, hal 16 karangannya, ia berkata, “Ayahku memiliki kedudukan dikantor pemerintahan. Dia termasuk orang yang dipercaya pemerintah Inggris. Dia juga pernah membantu pemerintah untuk memberontak penjajah Inggris dengan memberikan bantuan kuda dan pasukan. Namun sesudah itu, keluargaku mengalami krisis dan kemunduran, sehingga menjadi petani yang melarat.” Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Biografi. 1 Comment »

Sejarah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

•  Sekilas Tentang PSSI

PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

•  Awal Mula Berdirinya PSSI

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.

Setelah berhenti dari “Sizten en Lausada” ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Untuk melaksanakan cita – citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh – tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri – ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain – lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda). Baca entri selengkapnya »

Asal-usul Kartu Merah dan Kuning

APAKAH penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.

Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris lawan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.

Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.
Baca entri selengkapnya »

Gesang Martohartono

Pak Gesang Martohartono atau yang lebih populer dengan nama Gesang, lahir pada tanggal 1 Oktober 1940 di Surakarta, Jawa Tengah. Beliau merupakan penyanyi dan pencipta lagu keroncong asli Indonesia. Pak Gesang mendapat julukan sebagi “maestro keroncong Indoneia”. Salah satu lagu yang sangat terkenal di Indonesia dan juga Dunia adalah lagu yang berjudul “Bengawan Solo”. Lagu bengawan Solo telah diterjemahkan kedalam lebih dari 10 bahasa termasuk bahasa Tionghoa, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan bahasa asing lainnya.
Baca entri selengkapnya »

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962 adalah wanita sekaligus orang Indonesia  pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia (Managing Director World Bank). Jabatan ini akan diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan  Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Baca entri selengkapnya »

Sejarah Piala Uber

JIKA putra punya kejuaraan bulu tangkis beregu yang namanya Piala Thomas, maka di sektor putri juga ada turnamen bergengsi yang disebut Piala Uber. Ide untuk mengadakan turnamen tersebut muncul karena mereka (putri) “cemburu” dengan apa yang sudah terjadi pada sektor putra.

Adalah Betty Uber yang menjadi pemrakarsa munculnya kejuaraan beregu putri ini setelah mereka lama hanya jadi penonton setia. Betty, pebulu tangkis wanita asal Inggris, yang mendonasikan trofi tersebut, untuk diperebutkan para pemain wanita.

Seperti halnya Piala Thomas, awalnya Piala Uber juga diadakan setiap tiga tahun sekali. Tetapi sejak tahun 1984, turnamen tersebut diadakan setiap dua tahun sekali dan diselenggarakan bersamaan dengan Piala Thomas (waktu dan tempatnya), yang dimulai lebih awal pada tahun 1949. Baca entri selengkapnya »