Kasus Bank Century

Bank Century adalah merger 3 bank, yaitu bank Pikko, bank CIC, dan bank Danpac. Dimana ketiga bank tersebut merupakan bank bermasalah, kemudian bergabung menjadi satu dan diberi nama bank Century. Setelah merger dan berganti nama menjadi bank century pun bank ini bukan menyelesaikan masalah justru menambah masalah hingga akhirnya berganti nama lagi menjadi bank Mutiara. Kebijakan yang sangat kontrofersialpun diambil oleh Bank Indonesia dan Mentri keuangan yang pada saat itu dipimpin masing-masing oleh DR. Boediono dan Sri Mulyani. Kebijakan yang sangat fatal dengan memberikan talangan kepada bank Century sebesar 6,7 Triliun. Bailout tersebut menjadi masalah karena sesuai dengan kesepakatan DPR dana talangan hanya diizinkan sebesar 1,7 Triliun. Pertanyaannya kemana uang rakyat sebesar 5 Triliun?

Karena masalah tersebut akhirnya DPR melakukan hak angket. Hak angket adalah hak anggota badan legislatif untuk mengadakan penyelidikan kembali. Dibentuklah anggota Panitia Khusus Century (Pansus Century). Pansus ini yang mengadakan penyelidikan kepada oknum-oknum yang beranggung jawab dan yang berhubungan dengan bank Century, termasuk Direktur Bank indonesia yang sekarang menjabat wakil presiden Boediono dan Mentri keuangan Sri Mulyani.

Pansus Century diberi waktu selama 3 bulan untuk melakukan penyelidikan. Dan hasil akhir dibahas dalam sidang Paripurna DPR yang dilaksanakan tanggal 2 sampai 3 Maret 2010. Sidang Paripurna yang dilaksanakan 2 hari tersebut hanya membahas 2 opsi kesimpulan dan rekomendasi penyelidikan yang dihasilkan oleh Pansus Century, inti Opsi pertama (A) menyatakan pemberian Fasilitas Peminjaman Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) tidak bermasalah karena
dilakukan untuk mencegah krisis dan sudah berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan opsi kedua (C), menyatakan baik pemberian FPJP maupun PMS bermasalah dan merupakan tindak pidana.

Hingga makalah ini dibuat tanggal 3 Maret 2010 jam 19.00 sampai dengan 20.00 WIB, Sidang Paripurna DPR belum mengambil keputusan apakah akan mengambil opsi A atau opsi C. Kemudian dilakukan lobi dan hasilnya malah 4 Fraksi menyatakan penamabahan opsi yaitu opsi A+C. Sehingga Paripurna harus memilih apakah opsi A atau C atau A+C. Kemudian dilakukan voting dan hasilnya hanya ada 2 Opsi yaitu opsi A dan opsi C. Satu hari penuh hanya berisi interupsi dan interupsi yang tidak ada intinya untuk rakyat, sehingga jam 22.00 dilakukan voting antara opsi A dan Opsi C, dan hasilnya terpilihlah Opsi C.

Menurut pandangan saya, bukan memihak kepada siapapun dan apapun. Bailout bank century merupakan dana talangan yang memang seharusnya dilakukan dan tepat. Karena untuk menghindari krisis terutama dalam bidang pasar modal dan pasar saham. Hingga akhirnya kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Boediono dan Sri Mulyani bukan merupakan suatu tindak pidana, karena dalam Undang-undang tidak ada pidana terhadap kebijakan. Panitia Khusus Century hanyalah sandiwara Politik yang pada dasarnya pelaku politik pesaing presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya ingin mengompori rakyat Indonesia agar seolah-olah semua ini adalah salah Presiden.

Sesuai dengan tugasnya Bank Indonesia hanya mengucurkan dana sementara pengoprasian dan pengolahan dana adalah tanggung jawab pemilik bank yaitu Robert Tantular. Sehingga jika memang harus dipidana atau diselidiki leih jauh, tentu Robert Tantular beserta kroni-kroninya. Kemudian apa tujuan demonstrans meminta Boediono dan Sri Mulyani turun, bahkan SBY pun diminta turun. Atau jangan-jangan demonstran tidak tahu dengan semua pokok permasalahan yang terjadi dengan negara ini.

Masyarakat Indonesia sudah cerdas, rakyat Indonesia sudah tau mana yang benar dan mana yang salah, masyarakat Indonesia sudah bisa menilai mana yang terbaik untuk negara ini. Tidak perlu diprovokasi yang jelek dan yang buruk, semua yang baik akan terlihat baik dan yang buruk juga akan nampak buruk.

Iklan
Ditulis dalam Bangsa. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: