Daging Sisa Dari Hotel dan Restoran. mau???

daging

Baru-baru ini petugas kepolisian menemukan adanya penjualan daging sisa dari hotel-hotel berbintang maupun dari restoran ternama di Jakarta. Daging sisa makanan yang telah menjadi sampah tersebut diolah kembali untuk dijual. Untuk mengelabui konsumen, penjual terlebih dahulu menggoreng daging-daging sisa yang diduga sudah busuk itu. Sampah makanan yang berupa tulang, daging ayam, sapi, atau ikan setelah digoreng kembali, bentuknya mirip daging ayam suwiranya.

Di pasar, daging-daging tersebut ditaruh dalam baskom. Dijual dengan harga Rp8.000 per kilogram atau Rp1.000 per bungkus. Salah satu tempat pengolahan daging sisa itu di RT 04/RW 07 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, digerebek pada Kamis (10/9). Penggerebekan dipimpin Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat Chaidir Taufik.

Undang-Undang No 7 Tahun 1996 tentang Pangan melarang mengedarkan pangan mengandung bahan kotor, busuk, tengik, dan teruari atau bahan yang berasal dari bangkai. Pelaku diancam hukuman penjara selama 1 tahun atau denda sebesar Rp120 juta. Daging seperti ini dapat merusak kesehatan, konsumen yang memakan daging sisa mudah terkena diare. Pasalnya dalam daging tersebut sudah terpapar bakteri salmonela maupun bakteri jahat lainnya.

Daging sisa olahan mudah dikenali dari baunya. Bentuknya juga tidak beraturan, bahkan ada tulangnya. Darno, salah seorang tukang masak daging bekas tersebut mengaku menerima order dari seseorang yang menawarkan daging bekas seharga Rp100 ribu. Daging yang sudah digoreng kemudian diambil oleh para pedagang makanan di warung-waru Dia mengaku sudah menjalani kegiatan ini sekitar lima tahun. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DKI tidak mau kejadian serupa terulang lagi. Dalam waktu dekat akan dilakukan inspeksi mendadak ke berbagai hotel maupun restoran. Kepala Disperindag DKI Nurachman juga telah menginstruksikan anak buahnya agar menginspeksi tempat industri makanan skala kecil.

Darah umumnya mengandung uric acid yang merupakan racun / toxic yang berbahaya bagi kesehatan kita. Uric acid yang ada di dalam tubuh kita akan dibawan darah yang kemudian akan dibuang ke luar tubuh dengan air urin / air kencing melalui ginjal. Minum darah atau memakan makanan yang tidak bersih dari darah dapat membuat kita keracunan atau memperberat kerja dari organ ginjal kita yang berharga.

Dalam binatang atau manusia yang telah menjadi bangkai dagingnya masih mengandung racun karena adanya endapan darah. Jadi binatang yang mati tanpa dikeluarkan darahnya secara bersih melalui proses penyembelihan yang benar sesuai aturan agama adalah bangkai yang haram untuk dimakan. Hewan yang mati karena sakit, disetrum, dicekik atau dipukul akan mati tanpa banyak mengeluarkan banyak darah sehingga racun dalam darah tetap mengendap di dalam tubuh hewan tersebut.

Berhati-hatilah dalam membeli dan melakukan konsumsi daging karena bisa saja yang diberikan kepada kita adalah binatang yang telah menjadi bangkai yang haram dan mengandung racun yang tidak baik untuk dikonsumsi karena dapat merusak kesehatan kita. Pedagang nakal terkadang menjual ayam, sapi, kambing, celenk, dkk yang mati karena sakit atau seba lain. Bangkei-bangkai tersebut yang pasti mengandung darah, racun, telur belatung dan mungkin bakteri yang mulai menggerogoti setiap bagian tubuhnya.

Untuk membedakan mana ayam segar dan ayam bangkai bisa dilihat dari fisik. Contohnya pada ayam bangkai memiliki bau busuk, di ketek, sayap serta leher terdapat bendungan darah, kulitnya lember dan berair, warna agak biru kehitam-hitaman. Jika digoreng pun warna daging terlihat membiru. Setiap minum pun pastikan air minum telah steril dari bakteri yang dapat mengganggu kesehatan dan dari unsur-unsur zat berbahaya serta mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum makan dan minum atau setelah melakukan sentuhan fisik terhadap sesuatu yang kotor / mengandung bakteri (kuman).

Bau busuk pada bangkai umumnya disebabkan oleh proses pembusukan oleh bakteri-bakteri yang menghasilkan asam asetat, nitrogen, metana, hidrogen, karbon dioksida, dll yang mana metan dan asam asetat menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Bau yang menyengat tersebut sangat mengganggu ketenangan dan ketentraman kejiwaan manusia disamping rasa mual yang d Cairan-cairan yang diproduksi oleh bakteri pembusuk mayat / bangkai ada yang dapat membuat kita sakit ringan dan berat mulai dari diare, malarian, infeksi luka / tetanus, mata jereng, bengkak, degradasi sel d kita sehingga bisa menimbulkan kematian atau jika masih semat harus melakukan pemotongan / amputasi bagian tubuh. Untuk mengobati bisa ditempuh dengan minum obat antibiotik, imunisasi, dll.

Bau busuk pada bangkai umumnya disebabkan oleh proses pembusukan oleh bakteri-bakteri yang menghasilkan asam asetat, nitrogen, metana, hidrogen, karbon dioksida, dll yang mana metan dan asam asetat menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Bau yang menyengat tersebut sangat mengganggu ketenangan dan ketentraman kejiwaan manusia disamping rasa mual yang d Cairan-cairan yang diproduksi oleh bakteri pembusuk mayat / bangkai ada yang dapat membuat kita sakit ringan dan berat mulai dari diare, malarian, infeksi luka / tetanus, mata jereng, bengkak, degradasi sel darah merah, dll. Bakteri pada mayat pun mampu menggerogoti sel tubuh kita sehingga bisa menimbulkan kematian atau jika masih semat harus melakukan pemotongan / amputasi bagian tubuh. Untuk mengobati bisa ditempuh dengan minum obat antibiotik, imunisasi, dll.

Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: