Jangan Pipis Sembarangan

KETIKA HASRAT PIPIS SUDAH DI UBUN-UBUN

pipis sembaranganMemberi pupuk pada tanaman

Jangan pipis sembarangan. Peringatan semacam ini sering kali kita temui di banyak tempat umum. Jadi, tidak hanya sampah yang harus kita buang pada tempatnya. Sampah metabolisme tubuh manusia ini seyogyanya harus kita buang tepat pada tempatnya. 

Gambar di atas adalah pemandangan yang saya dapatkan pada hari minggu yang lalu saat sedang thawaf mengelilingi taman bungkul dalam rangka JMP TPC, jogging minggu pagi atau janjian makan pagi TuguPahlawandotCom. Tampak seorang anak kecil yang dipandu oleh ibunya sedang pipis tepat di area taman. Hmm… Sah-sah saja mengajari anak kecil untuk pipis tapi saya rasa tempatnya tidak tepat. 

Manusia Indonesia memang selalu ingin kreatif dan penuh improvisasi. Ketika sudah disediakan tempat pipis yang nyaman di sisi utara taman bungkul, mereka malah memilih pipis di sembarang tempat. Ketika di jalan banyak terdapat toilet umum, mereka malah memilih pohon dan tempat rimbun di tepi jalan sebagai sarana pelampiasan hasrat ingin pipis. Ah kalau ini mah mereka tidak ingin ribet, cukup turun kendaraan, buka celana, currr.. Beres.. Haha… 

Kencing sembarangan ini identik dengan binatang anjing yang selalu suka kencing disembarang tempat, sebagai penanda wilayah kekuasaan… Tidak salah bila banyak peringatan keras yang berbunyi, “Dilarang kencing disini kecuali anjing!” hahaha…. Kalau masih ada yang tetap kencing disitu berarti kemungkinannya cuma dua. Yang kencing beneran seekor anjing atau manusia yang telah berevolusi menjadi anjing! Hahaha.. 

Bicara tentang kencing saya jadi ingat momen akhir tahun 2004 saat menjadi bonekmania (walaupun saya orang lampung, tapi untuk bola saya adalah pengembara)   menyaksikan pertandingan terakhir Liga Indonesia di Stadion Gelora Sepuluh Nopember Surabaya. Pertandingan itu akhirnya membawa Persebaya menjadi juara Liga Indonesia setelah menumbangkan Persija 2-1.. 

Seperti sudah kita ketahui bersama bagian belakang tribun stadion selalu menjadi tempat pelampiasan hasrat para penonton menumpahkan air sisa melalui saluran kencing. Tidak heran bila tempat tersebut menjadi bagian paling pesing di stadion!! Hm. Kebetulan pula suasana saat itu sedang hujan sehingga curahan air hujan membuat tetesan kencing ikut turun tersebar ke tribun bagian bawah.. Haha… Beruntung saya yang sempat hujan-hujanan sebentar akhirnya bisa memanjat paksa teralis pemisah penonton kelas non VIP dengan VIP yang aman dari guyuran hujan. 

Hmm… So bagaimana dengan anda? Apakah anda sering pipis atau kencing sembarangan? Pipis enak sembarangan? Hmm..

Iklan
Ditulis dalam Artikel. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: